Artikel Mengenai Penyalahgunaan Narkoba, Psikotropika
dan Zat Aditif
![]() |
Terdapat suatu kenyataan yang sulit dipercaya , bahwa hampir semua pengguna
Narkoba mengetahui bahaya dari Narkoba, namun hanya sedikit yang bersedia dan
berhasil untuk menghentikan kebiasaannya tersebut. Ancaman penyakit yang
mengintai terkadang tidak cukup ampuh untukmembuat pacandu menghentikan
kebiasaannya . Narkoba di satu sisi merupakan suatu yang dibenci
dan dicoba untuk dihindari , namun disatu sisi yang lain dianggap sebagai
sahabat setia yang terus dicari dan dijadikan sebagai salah satu alat
pergaulan. Narkoba dipandang sebagai masalah yang paling mendesak untuk
ditangani dan dikurangi , karena mengandung pelbagai senyawa beracun dan
bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan keganasan).
Kebiasaan merokok,
sebagai salah satu media menikmati narkoba , misalnya putauw ternyata
juga mempunyai keterkaitan dengan penyakit Tuberculosis ( TBC ) , sehingga
keduanya merupakan agenda penting dari WHO akhir-akhir ini . Hal ini juga
merupakan masalah yag sangat penting bagi Indonesia yang merupakan penyumbang
kasus TBC ketiga terbanyak di dunia (Aditama, Kompas , hal 28 , 16 April
2003 ) Menurut data dari National Institute on Drug Abuse ( NIDA ) pada tahun
1991 di Amerika terdapat kecenderungan peningkatan jumlah pecandu baru pada
kelompok usia 18 sampai 25 tahun, namun jika dilihat dari jumlah narkoba
yang dikonsumsi , kelompok usia dewasa 26 sampai 34 tahun adalah kelompok usia
yang terbanyak menghabiskan narkoba dalam satu harinya.
TAWURAN ANTAR PELAJAR
Perkelahian,
atau yang sering disebut tawuran sering terjadi diantara pelajar. Namun,
mengapa tawuran antar pelajar ini merupakan fenomena sosial yang sudah dianggap
lumrah oleh masyarakat di Indonesia?. Bahkan ada sebuah pendapat yang
menganggap bahwa tawuran merupakan salah satu kegiatan rutin dari pelajar
yangmenginjak usia remaja. Tawuran antar pelajar sering terjadi di kota-kota
besar yang seharusnya memiliki masyarakat dengan peradaban yang lebih maju.Para
pelajar remaja yang sering melakukan aksi tawuran tersebut lebih senang
melakukan perkelahian di luar sekolah. Tawuran tersebut telah menjadi kegiatan
yang turun-temurun pada sekolah tersebut. Sehingga tidak heran apabila ada yang
berpendapat tawuran sudah membudaya atau sudah menjadi tradisi pada sekolah
tertentu. Masalah ini bukan perkara baru dan jangan dianggap remeh.
Padahal masalah tawuran antar pelajar akan membawa dampak panjang , bukan hanya
bagi pelajar yang terlibat, namun juga untuk keluarga, sekolah, serta
lingkungan masyarakat di sekitarnya.
Tawuran
pelajar yang terjadi bertubi-tubi, telah mencapai taraf yang memprihatinkan.
Pernahkah kita berfikir, mengapa anak-anak tega membunuh temannya sendiri? Apakah
tidak ada andil dari pihak lain yang menyebabkan anak tega melakukan tindakan
seperti ini?
Banyaknya
tawuran antar pelajar di kota-kota besar Indonesia merupakan fenomena yang
menarik untuk dibahas dan dicari jalan keluarnya untuk mengatasi masalah
tawuran antar pelajar. Perkelahian yang dilakukan oleh sesama
pelajar ini sangat merugikan pihak selain para pelajar itu sendiri, dan untuk
mencari jalan penyelesaian terbaik dalam menekan permasalahan ini agar tidak
terus menerus dalam kehidupan para pelajar dan tidak berdampak buruk pada masa
depan mereka.Tawuran merupakan suatu kegiatan perkelahian atau tindak kekerasan
yang dilakukan oleh sekelompok orang.

No comments:
Post a Comment