beberapa anak senang berkata kasar bukan
karena faktor lingkungan tempat mereka bermain, tapi justru datang dari
keluarganya sendiri. Tidak jarang seorang anak memiliki orangtua yang juga hobi
bicara kasar, bahkan saat di depan anaknya. Jadi, menurutnya, orangtua lah
pihak pertama yang harus melakukan introspeksi diri sebelum menyalahkan pihak
lain.Meski tak bisa ditepis juga bahwa ada faktor lain yang bisa memengaruhi
anak berbicara kasar. Misalnya, tayangan yang mereka lihat di televisi. Atau
temannya yang menonton tayangan tak berkualitas dengan kata-kata kasar dan
contoh perbuatan buruk yang berhamburan, kemudian menirunya di sekolah saat
sedang bermain dengan anak Anda.
Di sinilah pentingnya membentengi putra
putri dengan landasan agama juga etika. Anak kalau sudah biasakan, dengan
sendirinya akan memilih teman mana yang dia rasa punya perilaku yang baik.
Namun demikian, membatasi tayangan yang boleh ditonton pun penting untuk
dilakukan sejak dini.
Psikolog anak, Nadya Pramudita, mengatakan” bahwa dalam kehidupan anak, melalui
pendidikan orangtua menanamkan nilai-nilai yang diharapkan juga menjadi
nilai-nilai si anak pada saat anaknya dewasa nanti. Terkadang nilai yang
diajarkan berbeda dengan nilai yang ada di lingkungan pergaulan anak”.Wajar
orangtua menginginkan anaknya memiliki pergaulan yang baik dan benar, menurut
kacamata si orangtua (yang sesuai dengan nilai yang hendak ditanamkan). Dan
untuk itu terkadang juga perlu menjauhkan anak dari lingkungan pergaulan
tertentu yang dinilai membawa pengaruh tidak atau kurang baik, ujarnya
menjelaskan.

No comments:
Post a Comment